Tema Tahun 2010 :
MEMANCARKAN KARYA KRISTUS MELALUI HIDUP

Kamis, 01 April 2010

Ladang Sudah Menguning, Yohanes 4 : 31 – 42

Khotbah 05 Oktober 2008

Ladang Sudah Menguning
Yohanes 4 : 31 – 42

Saudara – saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus…………….
Kisah percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria di kota Sikhar ,merupakan suatu percakapan yang sangat menarik sekali.
Mengapa ?
Menarik karena :
• di dalam percakapan Tuhan Yesus itu terkandung suatu pelajaran yang luar biasa untuk umat Tuhan jaman sekarang;
• dan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus menjadi suatu teladan yang harus orang – orang Kristen lakukan di sepanjang jaman.
Saudara………………….
Hari itu …………….Tuhan Yesus memperhadapkan sebuah realita kepada para murid :
“Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”

“Padha ngungaka ing sawah-sawah. Pariné wis padha kuning, wis wayahé dienèni!”

Dan hari ini ……………kita juga diperhadapkan dengan sebuah realita, bahwa banyak orang yang ada disekitar kita yang belum diselamatkan; belum percaya Yesus, mereka menuju kepada kebinasaan, ……seperti domba yang tidak bergembala…..dan mereka seperti ladang yang telah menguning dan siap untuk dituai.

Saudara…………..ketika kita diperhadapkan dengan hal seperti ini bagaimana sikap kita? Apakah kita diam, acuh tak acuh, cuek, masa bodoh…….Apakah kita berkata :”itu bukan tugas saya…….itu bukan kewajiban saya ……………….dan lain sebagainya.
Saudara…………..Ada tiga hal penting yang harus orang Kristen lakukan :

I. Melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan
Saudara – saudara yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus……………
Dalam kisah ini, diceritakan …..bahwa Tuhan Yesus akan meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.

Dan dalam perjalanan dari Yudea ke Galilea tersebut, Tuhan Yesus harus melintasi daerah Samaria. (Lihat peta Alkitab)

“harus” ….Siapakah yang mengharuskan ? Apakah tidak ada jalan yang lain ?
Apakah melintasi Samaria adalah jalan satu – satunya menuju Galilea ?

TIDAK…………………Sebab banyak orang Yahudi yang kalau mau ke Galilea mereka turun ke lembah sungai Yordan , lalu belok ke arah utara, sehingga mereka tidak harus menginjak tanah daerah Samaria.
Dan …………….Tuhan Yesus bisa saja melewati jalan itu,………..tetapi Yesus memilih untuk melintasi daerah Samaria, ……..Yesus tidak dapat menghindari orang Samaria……..sebab Ia memiliki tujuan khusus terhadap orang Samaria……………..

Saudara……….
Lebih menarik lagi .......sebab…………..Sejarah mencatat bahwa antara orang Yahudi dengan orang Samaria terjadi suatu permusuhan.

Bahkan ada sebuah buku yang menjelaskan bahwa orang yahudi tidak mau bergaul ataupun bertegur sapa dengan orang Samaria demikian pula sebaliknya, orang Samaria tidak mau bergaul dan bertegur sapa dengan orang Yahudi.

Bahkan orang Yahudi tidak mau memakai bekas mangkok orang samaria, demikian pula sebaliknya………….bahkan orang Yahudi merasa diri lebih baik daripada orang Samaria.

Saudara...............Ada banyak perbedaan diantara kedua suku bangsa ini.
Orang Samaria :
• Mereka berbakti kepada Tuhan, tetapi juga beribadah kepada allah – allah lain .
• Orang Samaria hanya menerima kelima Kitab Musa sebagai Firman Allah
• Mereka tidak mau bergabung dengan orang Yahudi dan berbakti di Bait Allah di Yerusalem.
• Pada tahun 400 SM, mereka membangun tempat ibadah di gunung Gerizim, yang kemudian di baker oleh orang Yahudi pada tahun 128 SM.

Pada umumnya orang Samaria dan orang Yahudi saling curiga dan saling membenci.

Walaupun demikian ……………Yesus tetap melintasi Samaria, bahkan Yesus berbicara dengan seorang Samaria……ini mengherankan………..

Sehingga perjalanan Tuhan Yesus dari Yudea ke Galilea melalui Samaria menjadi bukti bahwa Yesus menolak rasisme dan Yesus menolak kebencian.

Demikian juga seharusnya setiap orang Kristen.

Kita harus menolak rasisme, dan juga menolak kebencian.
Orang Kristen harus berani bertindak seperti Tuhan Yesus, yang mendobrak rasisme dan menghilangkan kebencian.

Saudara………….
Tuhan Yesus telah melakukan terobosan yang sangat luar biasa, bagi Dia : tidak ada rasisme……bagi Dia …………..tidak ada kebencian.

Saudaraku………
Orang yang “berbeda” dengan kita : tidak untuk kita benci dan kucilkan.
Tetapi justru sebaliknya, sebagai orang Kristen sikap kita harus mendekati mereka dan membangun hubungan sebaik mungkin sehingga berita Injil dapat kita sampaikan kepada mereka.

Inilah yang juga harus setiap orang Kristen lakukan saat ini…….

II. Melihat seperti Tuhan Yesus melihat
Ketika Tuhan Yesus sampai di Samaria, lebih tepatnya di kota Sikhar…..dimana di sana ada sebuah sumur yang dalamnya kurang lebih 30 meter. Dan Yesus dalam keadaan yang letih sebab perjalanan yang cukup jauh.

Yesus terduduk di pinggir sumur itu……………sementara para murid pergi untuk membeli makanan………dan datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air.

Alkitab menuliskan….bahwa terjadi dialog antara Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria.
Dan pada akhirnya perempuan Samaria inipun percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Bahkan …perempuan Samaria ini pergi ke kota dan memberitahukan kepada orang lain bahwa ia telah bertemu dengan Mesias, sehingga banyak orang Samaria yang meninggalkan kota dan kemudian datang bertemu dengan Tuhan Yesus.

Ini sungguh suatu kejadian yang sangat luar biasa.
Mengapa ?

Sebab... ditengah – tengah perseteruan antara orang Yahudi dan orang Samaria, Yesus yang notabene adalah seorang Yahudi, Ia mampu melakukan suatu yang sangat luar biasa…Ia MELIHAT orang Samaria bukan sebagai bangsa yang harus mereka jauhi (singkirkan)… bukan sebagai bangsa yang harus dibenci dan dikucilkan…TIDAK.

TETAPI Yesus melihat orang – orang Samaria seperti ladang yang siap untuk dituai…bagaikan padi yang siap untuk dipanen.
Di mata Tuhan Yesus…orang – orang Samaria adalah jiwa – jiwa yang haus akan Injil dan berita keselamatan.

Namun para murid justru memiliki pandangan yang berbeda.
Kalau seandainya para murid menjadi tim survey terhadap orang – orang Samaria, apakah mereka sudah siap atau belum untuk menerima Injil, pasti mereka akan berkata :”Samaria Belum siap…masih 4 bulan lagi …”.

TETAPI Tuhan Yesus melihat…sekaranglah saatnya bukan nanti, bukan 4 bulan lagi…SEKARANG…padi sudah menguning, dan itu berarti siap untuk dituai.

Ilustrasi :
Suatu hari, sebuah perusahaan sepatu yang terkenal mengirimkan seorang sales pergi ke pedalaman di Eropa.
Saat sales ini sampai di tempat yang ia tuju, sales ini menghubungi sang bos, ia berkata :
“Pak,….kelihatannya percuma kalau kita buka took sepatu disini, sebab orang – orang yang ada disini tidak ada yang pakai sepatu…”
Dan Sales inipun di suruh pulang oleh sang bos.

Pihak perusahaan akhirnya mengutus seorang sales yang lain untuk pergi ke tempat yang sama.
Setelah ia sampai di sana, sales ke dua ini menghubungi sang Bos dan berkata
“Pak, cepat kirim sepatu sebanyak – banyaknya …disini belum ada yang memakai sepatu”.

Obyek yang sama menghasilkan cara pandang yang berbeda.
Demikian juga para murid.

Para murid melihat “Samaria” belum siap bahkan cenderung diam…
Tetapi bagi Yesus…”Samaria” dipenuhi dengan jiwa – jiwa yang siap untuk dituai.

Jikalau saat itu Tuhan berkata kepada para murid :
“Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang – ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”. Berbicara tentang orang – orang Samaria yang sesungguhnya sudah saatnya untui dituai…

Hari inipun Tuhan berkata hal yang sama :
“Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah orang – orang yang ada disekitarmu, di tempat kerjamu, di pabrikmu, di tokomu…mereka seperti padi yang sudah menguning dan siap untuk dituai”.

Bukan hanya untuk dilihat dan dipandang kemudian dilupakan begitu saja…TETAPI Tuhan menginginkan kerelaan saudara untuk menjadi penuai…

Bukan ladangnya yang tidak siap untuk dituai, melainkan penuainya belum siap bekerja”.

Apa yang dilakukan oleh perempuan Samaria, patut kita tiru.
Setelah ia bertemu dengan Yesus, menerima Yesus sebagai Juruselamat…..ia lari pergi ke kota….ia tidak menyimpan berita itu sendiri……tetapi ia menceritakan semua yang ia lihat, alami dan rasakan saat bertemu dengan Yesus di tepi sumur di Sikhar.

Sebab perempuan ini menyadari bahwa ada banyak orang Samaria yang membutuhkan berita seperti yang telah ia dengar dari Yesus.

Itu artinya Perempuan ini sedang bersaksi…kepada orang lain.

Ia menceritakan apa yang ia alami dan apa yang ia dengar dari Yesus.
Dan ia mengajak mereka untuk datang kepada Yesus.
Dan rupanya kesaksian perempuan Samaria ini sangat luar biasa.
Banyak orang yang kemudian datang kepada Yesus.
Bahkan lebih banyak lagi mereka percaya kepada Yesus.

Kalau boleh saya katakan : Saat itu telah terjadi panen besar – besaran di Samaria….yang berawal dari kota Sikhar.

Hari ini saya mau katakan…mulailah untuk bersaksi.
Dalam sebuah buku menulis satu kalimat yang sangat indah :
“Setiap orang percaya bisa menceritakan apa yang dikerjakan Kristus di dalam hidupnya”
Itu artinya setiap kita dapat bersaksi.

Sebuah buku yang di tulis oleh Howard G. Hendricks :
“Kebenaran bukan untuk disimpan dalam botol, melainkan harus disebarluaskan”.

Milikilah semboyan seperti yang dimiliki oleh orang – orang Kristen mula – mula:
“Kami harus bicara”
seperti apa yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 4 : 20:
“Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata – kata tentang apa yang telah kami lihat dan apa yang telah kami dengar”.

“Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang – ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”.




III. Memiliki prioritas hidup yang benar
Pada saat para murid bertemu dengan Tuhan Yesus sepulang dari mencari makan, para murid berkata :
“Rabi, makanlah “
"Guru, mangga kula aturi dhahar rumiyin!"
Mengapa para murid menyuruh Tuhan Yesus makan terlebih dahulu ?…
Sebab , menurut adat orang Yahudi…para murid tidak akan makan, sebelum guru atau rabi mereka makan.

Tetapi Tuhan menjawab :
“PadaKu ada makanan yang tidak kamu kenal”.

Tuhan Yesus memiliki prioritas hidup yang sangat luar biasa.

Prioritas hidup Tuhan Yesus…bukan makanan jasmani yang telah dibawa oleh para murid kepadaNya yang memang itu juga Ia butuhkan,…tetapi prioritas yang labih utama dalam hidup Yesus adalah “melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya”.

Pertanyaannya :
Apa yang menjadi kehendak Bapa ?
Yang Bapa kehendaki adalah menyelamatkan jiwa .
Yohanes 3 : 17
“Sebab Allah mengutus AnakNya (YesusKristus) ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”.

Dan saya yakin keselamatan itu bukan hanya untuk segelintir orang saja tetapi untuk semua orang.

Melalui hal ini Tuhan Yesus ingin mengajar para murid agar mereka tidak hanya terfokus pada urusan jasmani (makan dan minum saja)…tetapi mereka akan memiliki prioritas utama dalam hidup mereka yaitu menuai ladang yang sudah siap untuk dituai.

Siapa yang menanam ?
Mungkin orang lain yang menanam…tetapi yang pasti…dihadapan mereka telah terhampar suatu ladang yang siap untuk dituai.

Rasul Paulus adalah contoh pribadi yang memiliki prioritas hidup yang luar biasa
“Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah…”
Inilah prioritas hidup Paulus :”bekerja memberi buah….”.

Hari ini saya mau katakan kepada saudara :
“Bahwa setiap orang Kristen adalah penginjil karena semua orang Kristen harus memberitakan kepada orang lain kabar baik tentang Yesus Kristus”.

Tuhan tidak mau kita bersikap egois, dan hanya menikmati anugerah keselamatan itu bagi diri kita sendiri, sementara orang lain sedang antri berjalan menuju kepada kebinasaan.

Mengapa ?
Sebab, Allah menghendaki supaya setiap orang boleh mendengar dan menerima keselamatan yang dari Dia (II Petrus 3 : 9); dan Allah mau supaya kita semua menjadi kawan sekerjaNya (I Kor. 3 : 9) untuk mencari mereka yang terhilang, dengan memberitakan kabar baik kepada mereka dan membawa mereka kembali kepada Allah.

Firman Tuhan hari ini menyapa kita :
1. Lakukan apa yang telah Yesus lakukan : Hilangkan rasisme dan kebencian, sebab itulah yang menghalangi kita untuk memberitakan Injil.Berita Injil adalah untuk semua orang bukan hanya untuk segelintir orang.
2. Marilah kita belajar melihat seperti Tuhan melihat : ada banyak jiwa – jiwa yang menantikan berita Injil, jiwa itu menjerit…….dan siap untuk dituai.
3. Milikilah prioritas hidup untuk senantiasa melakukan kehendak Bapa, yaitu pergi memberitakan Injil.

Penutup
Seperti Tuhan mengutus para murid, hari ini……….Tuhan Yesus mengutus setiap kita .
“Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan……….”

Di sekitar kita, ada banyak “samaria – samaria” yang sebetulnya seperti padi yang siap untuk di tuai.

AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar